Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Pemeluk Agama Baru

 Kamera dengan daya citranya Menampilkan segala yang sempurna Mengumpat segala yang hina Menambal-nambal yang cacat  Mengikis segala yang berkarat Memolesnya hingga mengkilat Setiap gambar yang termuat Setiap sabda yang tersurat Manusia menjadikannya kiblat Berdalihkan dengan status dan komentar Segala perdebatan tak terhindar Peduli apa urusan salah dan benar Kata kata kini merobohkan pagar Fakta atau rekayasa Menghujat atau nasehat Mencaci ataupun mengkritik Semua bisa terbolak balik  Dunia maya yang maha kuasa Kini manusia telah menjadi umatnya Penganut agama baru Pemeluk agama media Dibuai oleh janji janji surga maya Menempatkan sepenuhnya iman Atas Firman yang termuat di kitab-kitab media
Jangkrik jangkrik itu  masih bersorak selalu sedia menjadi teman Tuan yang sendirian dalam juang Siang tak memberi tuan restu Malam adalah rezeki tuan Tangan tangan mulai cekatan Tulang tulang mulai sibuk bergesekan Peluhmu juga mulai deras menyiram tubuh Malam semakin tumbang Kokok ayam mulai lantang Pendar lampu mulai berkunang Tuan belum lagi beranjak pulang
Waktu berjalan sesuai ritmenya Merasa lamban Padahal ia tak sedang tertinggal Merasa cepat Padahal ia tak sedang berlari Padahal ia selalu bersama Sebab lena, sebab lupa Semua sia sia Tak ada istilah kembali Mulailah perbaiki.
Kala tuan biacara Puan tersinggung oleh kata Kala tuan berperan Puan tersinggung oleh tingkah Bila tuan diam Puan tersinggung dengan prasangka Bahkan tuan menulis Mengapa puan tersinggung oleh tiap tiap baris
Bila senja pamit pulang Malam menyambut tuan mengenang Duduk menunduk merenungi kisah Yang hinggap akan mengepakan sayap Yang singgah mesti beranjak Yang datang segera pergi Dan Yang kembali menjadi abadi

Berakhir

Malam itu Kau memutuskan mengakhiri kebersamaan Memilih meninggalkan, Apa yang selama ini kita pertahankan Memaksaku melepaskan genggaman Merobohkan segala pengharapan Memintaku menerima sebuah kenyataan Yang tak sama sekali ku harapkan Malam itu, Semua terasa begitu diam Bungkam, tak satupun hendak menjelaskan Apa, bagaimana, dan mengapa, Apa yang menjadi sebab kau tebas hatiku yang sedang berbunga Bagaimana bisa kau begitu tega merajamku, ketika eratnya pelukan Mengapa kau sanggup, padamkan cahaya yang selama ini kita nyalakan Adakah sepatah kata untukku menjadikan alasan Pekat gulitapun seakan menyatu Membaur dalam kepedihan Kenyataan kini telah menyudutkanku Dalam sebuah ruang kerisauan Menyaksikan kerapuhan  Sebab hati yang tak berdaya melawan

Rindu

Aku membisu, Tak sepatah katapun mampu mewakilkan rasaku Jiwaku mengebu, Tak sedetikpun mampu kutahan, detaknya melaju Hatiku merintih pilu, Tak satupun pelipur, mampu menghiburku Penyebabnya adalah rindu Aku menembus gelap, Meratap didalam pekat Jiwa ini bergolak hebat Rindu ini berontak, mencoba meruntuhkan sekat Rasa itu mulai merebah Istirahat sejenak ataukah lenyap Aku melawan kesengajaan Tertunduk dalam harapan Titik putih didalam hitam Tegas dan tak terasingkan Menampakan diri Memecah kesepian

AIR dan API

Aku mencintaimu Seperti Api yang membara  Dalam setiap jilatannya Kamu mencintaiku Seperti Air yang mencair Dalam setiap gemericiknya Kita saling mencintai Tapi dengan cara berlainan Hendak menyatukan keduanya Menruntuhkan batas ketidakmungkinan Jika kamu lebih besar olehku Maka, olehmu aku padam Bila Aku lebih besar darimu Maka, kau akan menjadi sia sia Seperti apa katamu Kita memang air dan api Ada didalam mu, aku tenggelam Ada didalam ku, kau terbakar Seperti apa katamu Kita adalah air dan api Meski tak ada rentang dalam ruang Walau tak ada waktu yang dibelenggu Mustahil untuk menyatu Aku tau itu.. Memang kita tak bisa menyatu Kau tak akan mampu masuk menjadi aku Akupun tak akan mampu menjelma menjadimu Aku tau itu.. Kau selalu mencari palung terendahmu untuk menetap Aku memilih menyala meninggi untuk tetap hidup Tetapi,  Keyakinan itu jauh lebih besar Mengalahkan kemustahilan Kita masih...

Biarlah berlalu

Hari ini, kau tiba-tiba menyapa Membawa senyuman yang dulu pernah ku percaya Bahwa mencintaimu, yang ku tau hanya bahagia Hari ini kau tiba-tiba singgah Bertamu dihati yang pernah kau buat patah Hancur, layaknya ombak menghempas dan terpecah Kini kau datang, Diwaktu luka itu sudah mulai hilang Kini kau kembali lagi Disaat luka sudah sendirinya pergi Apa yang ingin kau lihat Padahal, kau sendiri yang memutuskan untuk tak saling menatap Apalagk yang hendak kau coba utarakan Sedang, perpisahan itu sudah begitu menjelaskan Apakah kau datang bermaksud untuk mengulang? Cerita yang dulu sengaja kau buang Jika maksudmu kembali untuk menyatukan hati Kurasa begitu mustahil itu akan terjadi lagi Bagaimana bisa? Kau berkompromi pada hati yang pernah kau lukai Kau hendak berjanji lagi pada asa yang kau ingkari Kau ingin membangun kembali harapan, sedang dulu begitu ganasnya kau hancurkan Kau mengajakku lagi mengarungi lautan, yang dulu pernah kau biarkan aku tenggelam Su...