Persimpangan

 



Mungkinkah hatiku sesabar kemarau
Menguap doa doanya disamudera
Menyeruak aroma aroma pilu
Di celah bumi yang merekah
Merindu bening bening tuhan berjatuhan

Atau memilih sadar seperti mahoni itu
Menggugur segala rindang kerinduannya
Melepaskan untuk mempertahankan
Memulai dengan tunas cinta yang baru

Persimpangan ini sama menyiksanya
Memilih bersabar atau secepatnya tersadar




Komentar

Postingan populer dari blog ini