Aku ingin berkunjung
Ke rumah tua, tempatku di kandungMenyeruput hangat kopi ibu
Meminjam peluknya untuk pelikku
Menyimak lagi petuah ayah
Gerimis sepasang mata senja
Mengaliri sungai tak bermuara
Sepasang lansia di teras jingga
Pagi petang tak berputus asa
Siang malam tak berlepas doa
Merajut jumpa yang tak kunjung sua
Di dermaga tua, ia masih mengira-ngira
Ah..Celaka, Tuan Paduka di Istana
Menahan kita, lewat Titahnya
Jalur darat, kita di sekat
Jalur laut, kapal tak mengangkut
Dermagapun enggan menyambut
Jalur udara, ya jalur udara,
Bisaaa...tapi mungkin untuk WNA, dan lain sebagainya
Ah.. sudahlah, asal Tuan senang saja
Di terminal tua, ia tak mau lagi mengira-ngira
Komentar
Posting Komentar